Gejala Schizopernia : Faktor Penyebab dan Pencegahanya

Penyembuhan Schizopernia
Penyebab Schizopernia

Gejala Schizopernia adalah gangguna jiwa berupa waham (keyakinan akan suatu hal yang sebenarnya tidak pernah terjadi atau tidak nyata) dan halusinasi (keyakinan bahwa penderita akan melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada atau tidak nyata). Bahasa lainya adalah “Pikiran terbagi atau pecah” dan hal tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada emosi dan pikiran seseorang. Sebenarnya, gangguan ini tidak diketahui apa penyebab asalnya, secara tiba-tiba gangguan jiwa ini muncul begitu saja. namun, ternyata ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan jiwa ini, seperti faktor genetic atau keturunan. Mengutip dari Healthyplace.com (28/2/2016), dipaparkan bahwa beberapa tanda gangguan jiwa ini sudah bisa diketahui sejak dari usia remaja. Remaja yang memang mengidap gejala Schizopernia ini umumnya berprilaku normal seperti remaja lainya, mencari jati diri.

Gejala Schizopernia dapat dilihat sejak dari usia remaja, untuk penderita Gangguan jiwa ini adalah terjadi perubahan dalam bergaul dan memilih teman serta adanya penurunan nilai, selain itu ia akan mengalami kesulitan untuk tidur, ia akan sangat mudah marah dan emosi, baginya sulit untuk membedakan imajinasi dan kenyataan, penderita ini akan menarik diri dari lingkungan, hidupnya selalu penuh curiga, sering mengalami paranoid, dan memiliki sejarah keluarga yang mengalami gangguan kejiwaan.

Faktor Penyebab Gejala Schizopernia

Gejala ini diketahui terjadi karena beberapa faktor, diantaranya :

Faktor Keturunan

Dalam hal ini, pada diri penderitanya akan ada lebih banyak gen yang terganggu yang memungkinkan berkembangnya schizopernia ini. tidak hanya itu, adanya faktor keturunan ini dapat semakin memperparah kondisi penderitanya.

Struktur Otak Abnormal

Sejak dulu, para ilmuwan telah meyakini bahwa pada otak manusia, memang sebagian kecilnya terdapat schizopernia. Struktur utama otak yang abnormal sesuai dengan gejala penyakit ini adalah adanya pembesaran ventrikel (enlarged vertical). Yang dimaksud dengan Ventrikel ini adalah adanya cairan di dalam otak, sehingga memicu berhentinya pertumbuhan dan jaringan otak lainya. Oleh sebab itu, terjadilah penurunan fungsi sosial, emosi dan perilaku pada penderitanya.

Komplikasi Kelahiran

Sejarah penderita schizopernia juga mencatat bahwa kemungkinan saat proses kelahirannya dulu, seseorang penderita gangguan ini emang memiliki masalah berkaitan dengan kandungan pada saat kelahirannya dulu.

Perspektif Lintas Budaya

Perspektif budaya ternyata menafsirkan hal yang berbeda. Dalam budaya kita, terdapat keyakinan bahwa gangguan tersebut disebabkan gangguan biologis yang bercampur dengan stress, serta kurangnya pengetahuan seseorang tersebut tentang spritual dan dinamika keluarga.

Neurotransmitter

Neurotransmitter juga dianggap memainkan peran dalam berkembangnya penyakit ini. Teori ini diterangkan (Conklin dan Lacono, 2002). Teori awal dari dopamine yang menyatakan bahwa symptom schizopernia memang disebabkan karena jumlah dopamine dalam otak terlalu banyak, khususnya berada di daerah lobus frontalis dan system limbic.

Pencegahan Gejala Schizopernia

Untuk pencegahannya Sebenarnya tidak mustahil untuk dilakukan, namun harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup upaya biologis dan Psikososial, serta harus juga didukung oleh seluruh kalangan. Hal ini dikatakan oleh Prof. Dr. dr. Tuti Wahmurti Arie Sapiie, SpKJ (K) dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “ Upaya Pencegahannya adalah Melalui Pendekatan Biologik dan Psikososial” di Unpad beberapa tahun lalu.

Dr. Tuti memaparkan ada tiga bentuk pencegahan untuk Gejala Schizopernia, yang pertama adalah bentuk pencegahan universal, ditujukan kepada populasi umum agar mengurangi resiko terlalu tinggi. Caranya dengan mencegah adanya komplikasi kehamilan dan persalinan. Lalu kedua, dilakukan pencegahan selektif yang ditujukan kepada kelompok yang berisiko tinggi terkena penyakit ini, caranya dengan menciptakan hubungan yang harmonis, hangat dan stabil dengan keluarganya. Ketiga, lakukan pencegahan terindikasi, mencegah mereka yang baru saja memperlihatkan gejala awal, dengan cara memberikan obat antipsikotik.

Gejala Schizopernia tidak mustahil untuk bisa disembuhkan, hal ini juga berhasil dibuktikan oleh seorang penderita penyakit ini yang merupakan seorang tokoh dunia bernama John Forbes Nash. Berkat dukungan istri dan para sahabatnya, John yang merupakan seorang ekonom berbakat ini, berhasil pulih dari Gangguan Schizopernia yang cukup mengganggu ini.

Gejala Schizopernia : Faktor Penyebab dan Pencegahanya
5 (100%) 9 votes